Manusia, penciptaan dan kepribadiannya



Bagaimana manusia bisa terbentuk? Antara manusia tentu tidak memiliki kepribadian dan sifat yang sama, apa penyebabnya hal itu bisa terjadi?

Definisi manusia berbeda-beda. Manusia dapat didefinisikan secara biologis, rohani, dan kebudayaan. Secara biologis manusia merupakan spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi, yang terbentuk dari percampuran sel sperma dan sel ovum.  Dalam hal kerohanian, manusia merupakan makhluk yang diciptakan dengan bentuk yang paling sempurna berbeda dengan makhluk lainnya, diciptakan hanya untuk tunduk dan patuh kepada Tuhannya. Secara kebudayaan, manusia merupakan individu yang hidup dan saling membutuhkan antara manusia dengan manusia yang lain.

Proses penciptaan manusia

Proses penciptaan manusia berdasarkan Al Qur’an dan IPTEK, penciptaan manusia dan aspek-aspeknya itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

 

1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
(spermazoa).

2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.

3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.

4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

 

Sebelum proses fertilisasi (pembuahan) terjadi, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu dan menuju sel telur yang jumlahnya hanya satu setiap siklusnya. Sperma-sperma melakukan perjalanan yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur karena saluran reproduksi wanita yang berbelok-belok, kadar keasaman yang tidak sesuai dengan sperma, gerakan ‘menyapu’ dari dalam saluran reproduksi wanita,dan juga gaya gravitasi yang berlawanan

 

Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:36-37)

 

Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita,terbentuklah sebuah sel tunggal. Sel tunggal yang dikenal sebagai zigot dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi segumpal daging. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop, proses tersebut tidaklah mudah, jika terdapat kesalahan pada fase-fase tersebut, maka calon bayi akan mengalami kecacatan.

 

Tapi, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. Jadi ungkapan anak adalah darah dan daging bapak ibunya itu sangat benar sekali, karena zigot benar-benar melekat pada rahim ibu.

 

Satu keajaiban penting dari Al Qur’an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata “‘alaq” dalam Al Qur’an:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS Al ‘Alaq:1-3)

 

Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

 

Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

 

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al Mu’minun:14)

 

Penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar.

 

Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.

 

Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

 

“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

 

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu.

 

Tahap Pre-embrionik

Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

 

Tahap Embrionik

Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut. Pada tahap ini juga terjadi pembentukan organ2 tubuh, pengaturan posisi, sumbu tubuh, dan pembentukan tubuh.

 

Tahap Fetus

Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

Yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS An Najm:45-46)

 

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

 

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita.

 

Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

 

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

 

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

 

 

 

Saripati Tanah dalam Campuran Air Mani

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

 

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

 

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:

 

“Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

 

Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.

 

Faktor-faktor yang membentuk kepribadian manusia

Manusia sejak dilahirkan terdapat banyak ciri-ciri dalam dirikita, baik ciri-ciri fisik (body build), maupun ciri-ciri faal (body pshycology) tertentu.

Ciri-ciri fisik seperti: tinggi pendek, gemuk-kurus, bentuk-bentuk fisik tertentu diturunkan kedua orang tua kita, tetapi kita juga mempunyai ciriciri fisik yang unik (hanya kita sendiri yang punya) yang kita bawa sejak kita lahir. Demikin juga dengan ciri-ciri faal seprti kapasitas otak tertentu, kelengkapan dan kepekaan indra tertentu, dan lain-lain.

Faktor yang lain besar pengaruhnya terhadap kepribadian adalah hasil hubungan kita dengan lingkungan, atau pengalaman. Para ahli membeda kan dua macam pengalaman yang mempengaruhi kepribadian manusia, yaitu :

Pengalaman umum (common experience)

Pengalaman umum (common experience) yaitu pengalaman yang dihayati oleh semua anggota masyarakat atau bahkan semua manusia. Setiap masyarakat selalu mempunyai nilai-nilai, prinsipprinsip moral, cara-cara hidup yang dihayati oleh semua anggota masyarakat itu. Kalau sifat itu bersifat universal, seperti menghor mati orang tua, maka setiap manusia akan dididik untuk menjadi seperti itu. Pengalamam umum ini menjadi bagian dari seseorang yang sama dengan banyak orang lain disekitarnya.

 

Pengalaman unik (unique experience)

Pengalaman unik (unique experience) setiap orang mempunyai pengalaman-pengalaman yang hanya dialami oleh dirinya sendiri.

Karena sejak lahir seorang anak sudah membawa ciri-ciri serta kecenderungan-kecenderungan tertentu, maka reaksinya terhadap lingkungan atau reaksi lingkungan terhadap dirinya bersifat khas, unik dan tak ada duanya.

Walau kepribadian dapat dimengerti secara sederhana seperti di atas, ternyata para ahli tidak melakukan pendekatan yang sama.

Lebih jelas lagi perbandingan kepribadian antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Amerika Serikat, Inggris, Jerman ternyata perbedaannya sangat kontras. Demikian pula kepribadian tiap-tiap kelompok masyarakat di Indonesia berbeda-beda.

Kepribadian bangsa Indonesia itu terlihat jelas dari sikap dan perilakunya yang bersifat kekeluargaan, ramah tamah, gotong royong dan tolong menolong.

Proses pembentukan kepribadian berlangsung melalui berbagai pola sosialisasi nilai-nilai dan norma-norma sosial, yaitu melalui imitasi, identifikasi, sugesti, akulturasi dan sejenisnya. Proses tersebut berlang sung dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat bekerja, dan masyara kat umum. Dengan demikian, pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap pembentukan kepribadian.

Ada beberapa macam tipe kepribadian berdasarkan fungsi dan reaksi nya.

Berdasarkan fungsinya, terdapat empat tipe kepribadian berikut ini :

  • Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh akal sehat.
  • Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira.
  • Kepribadian emosional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan.
  • Kepribadian sensitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh kekuatan panca indera sehingga cepat bereaksi.

 

Berdasarkan reaksinya terhadap lingkungan, terdapat tiga tipe kepribadian yang dipengaruhi berikut ini :

  • Kepribadian ekstrovert , yaitu kepribadian yang bersifat terbuka, berorientasi ke dunia luar, sehingga sifatnya ramah, senang bergaul dan mudah menyesuaikan diri.
  • Kepribadian introvert, yaitu kepribadian yang bersifat tertutup dan berorientasi kepada diri sendiri, sehingga sifatnya pendiam, jarang bergaul, suka menyendiri, dan sukar menyesuaikan diri.
  • Kepribadian ambivert, yaitu kepribadian campuran yang tidak dapat digolongkan ke dalam kedua tipe tersebut di atas oleh karena sifatnya bervariasi.

Faktor keluarga

Manusia terbentuk dalam beberapa fase, sehingga lahirlah individu baru. Seorang individu atau anak yang lahir ke dunia masih dalam keadaan fitrah, bersih dari hal-hal yang dapat mengotori jiwa manusia. Seorang anak tumbuh dalam keadaan jiwa yang kosong dari semua lukisan dan gambaran. Anak teresebut dapat menerima semua ‘ukiran’. Jika seorang anak dibiasakan dengan akhlak yang baik, maka anak tersebut akan tumbuh berdasarkan kebiasaan yang baik pula. Soalnya, seorang anak dengan substansinya diciptakan untuk siap menerima semua nilai baik maupun buruk, tetapi kedua orang tua yang membuatnya condong ke salah satu dari keduanya. Maka, hendaknya orangtua mengajarkan anak tata krama sejak dini. Orangtua harus menghindarkan anak dari kebiasaan menerima sesuatu dari orang lain, jika anak sudah terbiasa menerima seseuatu dari orang lain, maka ia akan tumbuh menjadi seseorang yang selalu menerima tetapi enggan untuk memberi. Sebaliknya anak harus dibiasakan untuk saling memberi dan membantu sesama. Sebagaimana juga anak harus dijauhkan dari sifat bohong, khianat dan malas. Semua itu bertujuan agar anak mempunyai kepribadian yang baik.

Faktor Lingkungan

Lingkungan sosial manusia adalah faktor penting dalam pembentukan ciri khas kejiwaan dan norma manusia, bahasa dan adab serta kearifan lokal, agama dan madzhab pada umumnya yang memaksakan lingkungan sosial terhadap manusia. Sehingga sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang. Jika lingkungan sekitar buruk, secara perlahan akan mempengaruhi kepribadian seseorang. Begitu juga sebaliknya, jika lingkungan seseorang baik, maka akan baik pula kepribadiannya.

Faktor Media

Seiring dengan kemajuan zaman, media dan teknologi semakin berkembang. Televisi, internet dan handphone merupakan barang yang mungkin harus ada di rumah kita. Semakin majunya zaman, semakin terkikis pula adab, akhlak dan moral manusia. Televisi, jika dilihat banyak manfaat yang terdapat di dalamnya, namun banyak juga efek yang merubah kepribadian seseorang, seperti tayangan-tayangan yang tidak mendidik. Internet, dengan adanya internet tidak sulit lagi mencari informasi. Dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa sangat terbantu dengan adanya internet. Namun, setiap sesuatu pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Saking luasnya jaringan internet, banyak situs-situs yang di dalamnya terdapat unsur-unsur pornografi mudah di akses. Maka tak heran jika kasus pelecehan seksual sering terjadi. Handphone, seiring majunya zaman, handphone memiliki banyak fungsi atau multi fungsi. Pada awalnya handphone hanya bisa untuk menelpon atau mengirim pesan, sekarang berbagai aplikasi masuk ke dalam handphone. Internet pun menjadi salah satu aplikasi, sudah dijabarkan sebelumnya bahwa internet meiliki bahaya yang dapat merusak kepribadian seseorang.

Kesimpulan

Sebagai manusia seyogyanya kita bersyukur kepada Allah SWT karena kita dapat hadir di bumi ini dengan melewati persaingan ketat antara 250 sel sperma. Kepribadian seseorang sangat-sangat dipengaruhi oleh pendidikan-pendidikan yang diberikan orangtua kepada anaknya. Karena, dengan pendidikan baik dan benar, seorang anak akan mengerti antara yang baik dan yang benar, mengerti akan moral-moral dalam kehidupan. Sehingga anak tersebut hidup dengan akhlak, adab dan moral yang baik di kehidupannya kelak.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s