Tanda Baca dan Fungsi-fungsinya


Tanda titik (.)

Fungsi dan pemakaian tanda titik:
– Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
– Pada akhir singkatan nama orang.
– Diletakan pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.
– Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.
– Dibelakang angka tau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar, dll.

Contoh:
– Hari kamis ada kuliah Bahasa Indonesia.
– Imam Sholat Ied tahun ini adalah KH. Syukron Ma’mun.

Tanda Koma (,)

Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
– Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang.
– Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
– Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam kalimat, dll.

Contoh:
– Mulai hari ini, aku akan giat belajar.
– Lauk hari ini kangkung, telor dan sambal.

Tanda Seru (!)

Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.

Contoh:
– Dilarang buang sampah disini!
– Keluar kamu dari ruangan!

Tanda Titik Koma (;)

Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
– Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara.
– Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

Contoh:
– Deadline semakin dekat; tugas belum kelar juga.

Tanda Titik Dua (:)

Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut:
– Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
– Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
– Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
– Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman. antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.

Contoh:
– Mizan : besok kuliah ga?

  Alfian : kuliah dong.

Tanda Hubung (-)

– Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
– Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
– Menyambung unsur-unsur kata ulang.
– Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

Contoh:
– Nak, hati-hatilah di jalan.

Tanda Elipsis (…)

Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal seperti berikut:
– Mengambarkan kalimat yang terputus-putus.
– Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan.

Contoh:
– Ehm… sebenarnya saya… suka sama kamu.

Tanda Tanya (?)

Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir kalimat tanya. Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. 

Contoh:
kenapa dosennya ga masuk ya?

Tanda Kurung ( )

Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut:
– Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
– Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.
– Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan.

Contoh:
– FARIS(Fajrul Islam) merupakan salah satu UKM yang terdapat di Universitas Gunadarma.

Tanda Kurung Siku ( [..] )

Tanda kurung siku digunakan untuk:
Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.
Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Contoh:
-Pembahasan SQL telah kita bahas sebelumnya [lihat halaman 20].

Tanda Petik (“…”)

Fungsi tanda petik adalah:
– Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain.
– Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat.
– Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.

Contoh:
– Tak disangka buku biografi Khaerul Tanjung ”Si Anak Singkong” banyak diminati dari semua kalangan .

Tanda Petik Tunggal (‘..’)

Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi:
– Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
– Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Contoh:
– Keluarga menanggung malu akibat ‘kecelakaan’ yang dialami anak perempuannya.

Tanda Garis Miring (/)

Fungsi tanda garis miring antara lain:
Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat.
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat.

Contoh:
– No. Surat A/XXI/2012

Tanda Penyingkat (Apostrof) (‘)

Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.

Contoh:
– Celana cutbray muncul di era ’70-an.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s