Kisah Pria di Karanganyar yang Nyaris Menikah dengan Hantu


KARANGANYAR – Terungkapnya kisah asmara tak lazim antara Suprapto, warga Jetisnguwuh, RT 03/04, Desa Suruh Kalang, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan seorang perempuan bernama Sri Wahyuningsih yang dipercaya sebagai hantu penunggu Sendang Sumur Bandung, Lalung, berawal saat petugas Polsek Jaten mendapat laporan adanya seorang pemuda yang mengamuk.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung meluncur ke rumah Suprapto. Saat tiba di lokasi memang Suprapto sedang mengamuk. Setelah tenang, kami baru tahu bila marahnya Suprapto disebabkan dirinya gagal menikah dengan seorang perempuan yang bernama Sri Wahyuningsih,” papar Kapolsek Jaten, AKP Suryanto kepada Okezone.

Setelah mendapatkan laporan, Suryanto langsung berkoordinasi dengan Polsek Karanganyar Kota di mana lokasi perempuan bernama Sri wahyuningsih tersebut tinggal.

Penelusuran kasus ini diakui Suryanto rumit. Pasalnya, Suprapto menyebut kediaman kekasihnya di Lalung yang ternyata sebuah sendang yang ada pohon beringinnya.

Pihaknya juga meminta keterangan kepada Suprapto soal tanah yang telah dijual senilai Rp20 juta untuk biaya pernikahan dengan Sri.

“Yang lebih mengejutkan lagi tanah yang katannya telah dijual tersebut ternyata tidak ada. Lucunya, di rumah Suprapto ada bingkisan berupa pernak-pernik lamaran yang disebutkan hasil dari penjualan tanah milik keluarga Suprapto senilai Rp20 juta,” paparnya.

Meskipun dari penyelidikan awal diperoleh keterangan yang bertolak belakang, polisi tidak tinggal diam. Seluruh data-data yang ada dicek, termasuk keterangan warga menyangkut keberadaan Sri.

“Di saat kami sedang berusaha mengungkap kasus dan kemungkinan motif-motif lain di balik kasus ini. Cerita-cerita pria yang gagal menikahi seorang perempuan semakin tersebar,” ujarnya.

Diakui Suryanto, sempat terjadi kesalahpahaman koordinasi antara Polsek Jaten dan Polsek Karanganyar Kota. Namun, Suryanto tidak menjelaskan apa kesalahpahaman koordinasi yang sempat membuat hubungan antara pimpinan polsek itu meregang. Sebelum akhirnya Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menginstruksikan agar kasus ini ditutup.

“Karena tidak mengarah pada unsur apa pun, termasuk tidak ada unsur penipuan atau kriminal, maka kasus ini diinstruksikan untuk ditutup,” kata Suryanto.

Sayangnya, di saat pihak kepolisian menutup kasus ini, cerita asmara tak lazim layaknya Jaka Tarub dalam cerita pewayangan Jawa itu sudah tersebar luas.

Ada saja sebagian warga yang mengeruk keuntungan dari kisah cinta Suprapto dan Sri itu.

Penelusuran Okezone, di lokasi sendang ada warga yang mendapat keuntungan dari menjual rekaman yang dipercaya warga sebagai suara Sri. Untuk mendapatkan rekaman suara berdurasi 15 menit itu, warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp10 ribu.

“Saya dapat suara ini dari Pak RT, hargannya Rp10 ribu. Tapi suarannya enggak jelas. Katannya ini suara calon istrinya Suprapto yang peri itu,” jelas Maulana, warga Tasikmadu.

Setelah mendapat keterangan, Okezone mendatangi rumah yang ditunjuk Maulana sebagai lokasi penjualan suara rekaman Sri.

Namun, sayangnya Maulana sebagai ketua RT setempat menolak memberikan rekaman tersebut.

“Bohong itu, saya tidak menjualnya. Itu ngawur. Apa bisa suara peri direkam,” jelas pria paruh baya itu.

Sementara itu, kasus percintaan tidak lazim Suprapto dengan membuat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar, Zainuddin, resah.

MUI mengingatkan umat umat Islam supaya tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT terkait kasus ini.

Pihaknya meminta ada pelurusan cerita atau penjelasan agama tentang kejadian yang menimpa Suprapto. Selain itu, dia menyarankan agar warga sekitar sendang dan para tetangga Suprapto menggelar penganian rutin.

“Meski hal yang gaib perlu kita percaya, tapi saya minta masyarakat tidak berbuat musyrik,” tegas Zainuddin.

Hal senada juga diungkapkan Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kusnindya.

Menurut tokoh masyarakat Karanganyar itu agar kejadian serupa tidak terulang, perlu penjelasan gamblang dari sudut pandang agama. Tujuannya, supaya masyarakat tidak terhanyut pada cerita-cerita irasional berbau mistis.

“Sangat tidak jelas. Tokoh agama harus segera menyikapi sebaik mungkin,” jelasnya.

Poin-poin ganjil dalam kisah cinta Suprapto dan Sri adalah tidak adanya keluarga, kerabat, tetangga, dan teman Suprapto yang pernah bertemu Sri. Padahal, rentang waktu pacaran Suprapto dan Sri cukup lama yakni setahun. Poin ganjil lainnya adalah cerita di mana Suprapto dan Sri belanja ke Beteng Trade Center (BTC), Solo, serta seringnya mereka berdua bepergian hingga ke Yogyakarta.

Kusnindya menilai perlu analisa psikolog dalam kasus tersebut. Bila sudah ada kejelasan analisa tokoh agama dan psikolog, polisi bisa menindaklanjutinya.

Sementara itu, karena masalah ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat, Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menginstruksikan untuk membongkar kain penyelubung yang menutupi sendang tersebut. Lokasi juga dipasang lampu penerangan. Tujuannya, agar tidak ada lagi penyalahgunaan dari warga yang menganggap lokasi tersebut keramat.

Nazirwan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan perbuatan melanggar norma sosial dan agama. Sebab, cerita yang menyebutkan ada hantu atau makhluk halus penunggu sendang tidak benar.

Disinggung mengenai kemungkinan tindak pidana penipuan dalam peristiwa ini, Nazirwan belum mendalaminya.

Menurut dia, penyelidikan kasus pidana harus berdasarkan laporan dari masyarakat atau korban. Sayangnya, sampai saat ini belum ada laporan dari pihak manapun.

Suprapto sendiri saat ini sudah kembali bekerja sebagai buruh kasar di Grogol, Sukoharjo.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s